Kali ini saya akan mengepost sebuah cerita. Semoga terhibur ..
dan Selamat Membaca..
Kesempurnaan Sejati
Saat itu hari-hari terasa sama, rutinitas berjalan seperti biasanya. Ujian tengah semester baru saja berlalu, aku mulai bosan.
Tiba-tiba keisenganku muncul, aku mencetak dua buah foto dari orang yang sama tetapi berbeda, sebenarnya itu adalah foto adik perempuanku, satu saat dia masih kucel dan belum peduli terhadap perawatan mukanya dan satu lagi foto dia yang sekarang saat dia tumbuh sangat cantik walaupun sebenarnya foto itu hanya berpaut satu tahun.
Dengan tujuan untuk mengetahui pendapat teman-teman di kampus, aku membawa kedua foto itu dan bertanya kepada mereka, foto mana yang akan mereka pilih.
Semuanya memilih foto yang kedua, yaitu foto adikku yang sekarang. Saat aku tanya alasan mereka, sebgaian mejawab “Karena lebih cantik” ada juga yang menjawab “Siapapun akan memilih foto ini” bahkan “Dilihat dari manapun jelas yang ini”. Aku hanya tertawa, sebetulnya ini hanya keisenganku untuk mengusir kebosanan. Aku tak menganggapnya serius.
Namun ada seorang yang menanggapinya dengan serius, dia adalah salah seorang mahasiswi di kelas itu. Jujur saja, keisenganku ini hanya kutanyakan pada mahasiswa tidak untuk mahasiswi. Tetapi karena ia meminta “Bolehkah aku menjawabnya?” maka aku merasa, akan mendapatkan sesuatu yang menarik.
“Boleh” jawabku. Kemudian dia melihat kedua foto itu dengan seksama. “Aku memilih yang ini” ujarnya sambil menunjuk foto adikku saat masih kucel. “Kenapa?” Aku bertanya “Bukankah yang ini sempurna” kataku menunjuk foto adikku yang satunya. “Sempurna? Bukankah yang ini lebih sempurna!” jawabnya. Aku semakin heran.
“Temanku.. Ketahuilah kamu tidak akan tahu rasanya bahagia jika kamu belum pernah merasakan kesedihan. Dari situ aku sadar bahwa sesungguhnya Kesempurnaan adalah kekurangan dan kelebihan itu sendiri”.
Aku terpaku pada jawabannya. Dia bukanlah orang yang terlalu pintar, terkadang di beberapa pelajaran nilainya bisa saja tinggi, dan di pelajaran lainnya juga bisa sangat rendah. Parasnya juga biasa saja. Tapi dari seseorang biasa ini, aku menerima pelajaran berharga.
“Oh ya! Dan satu lagi, bukankah kedua foto itu adalah satu orang yang sama!” Ungkapnya sebelum pergi meninggalkan kelas.
Hahaha.. bahkan dialah satu-satunya orang yang mengetahui kebenaran itu.
Ya… saat itu aku mendapatkan satu pelajaran berharga tentang makna “Kesempurnaan Sejati”.
dan Selamat Membaca..
Kesempurnaan Sejati
Saat itu hari-hari terasa sama, rutinitas berjalan seperti biasanya. Ujian tengah semester baru saja berlalu, aku mulai bosan.
Tiba-tiba keisenganku muncul, aku mencetak dua buah foto dari orang yang sama tetapi berbeda, sebenarnya itu adalah foto adik perempuanku, satu saat dia masih kucel dan belum peduli terhadap perawatan mukanya dan satu lagi foto dia yang sekarang saat dia tumbuh sangat cantik walaupun sebenarnya foto itu hanya berpaut satu tahun.
Dengan tujuan untuk mengetahui pendapat teman-teman di kampus, aku membawa kedua foto itu dan bertanya kepada mereka, foto mana yang akan mereka pilih.
Semuanya memilih foto yang kedua, yaitu foto adikku yang sekarang. Saat aku tanya alasan mereka, sebgaian mejawab “Karena lebih cantik” ada juga yang menjawab “Siapapun akan memilih foto ini” bahkan “Dilihat dari manapun jelas yang ini”. Aku hanya tertawa, sebetulnya ini hanya keisenganku untuk mengusir kebosanan. Aku tak menganggapnya serius.
Namun ada seorang yang menanggapinya dengan serius, dia adalah salah seorang mahasiswi di kelas itu. Jujur saja, keisenganku ini hanya kutanyakan pada mahasiswa tidak untuk mahasiswi. Tetapi karena ia meminta “Bolehkah aku menjawabnya?” maka aku merasa, akan mendapatkan sesuatu yang menarik.
“Boleh” jawabku. Kemudian dia melihat kedua foto itu dengan seksama. “Aku memilih yang ini” ujarnya sambil menunjuk foto adikku saat masih kucel. “Kenapa?” Aku bertanya “Bukankah yang ini sempurna” kataku menunjuk foto adikku yang satunya. “Sempurna? Bukankah yang ini lebih sempurna!” jawabnya. Aku semakin heran.
“Temanku.. Ketahuilah kamu tidak akan tahu rasanya bahagia jika kamu belum pernah merasakan kesedihan. Dari situ aku sadar bahwa sesungguhnya Kesempurnaan adalah kekurangan dan kelebihan itu sendiri”.
Aku terpaku pada jawabannya. Dia bukanlah orang yang terlalu pintar, terkadang di beberapa pelajaran nilainya bisa saja tinggi, dan di pelajaran lainnya juga bisa sangat rendah. Parasnya juga biasa saja. Tapi dari seseorang biasa ini, aku menerima pelajaran berharga.
“Oh ya! Dan satu lagi, bukankah kedua foto itu adalah satu orang yang sama!” Ungkapnya sebelum pergi meninggalkan kelas.
Hahaha.. bahkan dialah satu-satunya orang yang mengetahui kebenaran itu.
Ya… saat itu aku mendapatkan satu pelajaran berharga tentang makna “Kesempurnaan Sejati”.

Komentar
Posting Komentar